Cegah Virus Radikalisme, LB HAM KIS Jombang Gelar Konsolidasi Anak Bangsa Dalam Upaya Gerakan Jaga Kampung Anti Radikalisme

Foto: Gus Faiz (Kemeja Biru Pake Blangkon), ketua LB HAM KIS diskusi terkait Gerakan Tangkal Radikalisme

Jombang, (Suryamojo.com) – Pintu masuk secara luring maupun daring eksistensi radikalisme, memiliki banyak pintu saat ini, masuk dan mudah diterima dari kalangan orang tua hingga anak muda yang masih produktif.

Kondisi ini cukup membahayakan masyarakat desa rentang terpapar virus radikalisme. Masyarakat desa diimbau untuk tetap mewaspadai penyebaran paham anti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.

Untuk menangani hal ini tentu saja semua pihak harus ikut meredam dan membendung penyebaran faham radikalisme yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini menjadi musuh Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk mencari formula-formula guna memutuskan sel-sel virus radikalisme.

Maka LB HAM KIS (Lembaga Bantuan Hak Azasi Manusia Kesejahteraan Indonesia Semesta) Jombang bersama perwakilan Ormas dan lintas keagamaan, menilai Indonesia saat ini memiliki tantangan yang tidak ringan, oleh karenanya pada 17 Nopember, kami mengadakan Konsolidasi Anak Bangsa yang bertempat di kantor LB HAM KIS Jombang yang berlokasi di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan tiap-tiap Kecamatan di Kabupaten Jombang. Hadir pula dari Pemuda Pancasila, FKMJ { Forum Komunikasi Masyarakat Jombang}, LMP, Pendeta dan kalangan musisi Jombang, ujar Ketua DPD LB HAM KIS Jombang Faizuddin Fil Muntaqobat (Gus Faiz).

Gus Faiz menuturkan dalam pertemuan Konsolidasi Anak bangsa, menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bapak Presiden, Gubernur dan Bupati. Berikut ini isi Rekomendasinya :
1. Mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.
2. Keutuhan NKRI adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
3. Menjaga kampung masing-masing dari pengaruh faham Khilafah dan Radikalisme.
4. Menjaga hubungan antar Anak Bangsa baik antar Etnis, Agama, Budaya, Adat serta semua unsur Bangsa Indonesia.
5. Memberikan Pendidikan Moral Pancasiala pada Generasi di setiap Kampung atau Desa.
6. Mendorong Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati se-Indonesia untuk menginstruksikan kepada Kepala Desa dan Lurah di wilayah masing-masing agar segera mencanangkan program “JAGA KAMPUNG” dalam rangka memutuskan sel-sel faham Khilafah dan Radikalisme.

“Rekomendasi ini akan kami kirim kepada Presiden, Gubernur dan Bupati. Kami berharap rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti Pemerintah,” Pungkas pria dengan ciri khas menggunakan Blangkon tersebut. (Yon)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *