Edarkan Sabu dan Okerbaya, Pasangan Suami Istri Diciduk Polisi

Foto: Keduatersangka beserta barang bukti saat digelandang ke kantor Satresnarkoba Polres Jombang

Jombang, (Suryamojo.com) – Satresnarkoba Polres Jombang berhasil membekuk pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan Obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis pil berlogo Y bernama Eko Faris Handriyanto Alias Domber (25), pekerjaan sopir asal Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dan Valupi Widiawati (22), asal Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Rabu, 17 Februari 2021.

Kedua tersangka diamankan petugas di rumahnya sekitar jam 01.00 wib.Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti 1 (satu) buah tas tupper ware warna orange berisi kaleng biskuit monde yang didalamnya berisi 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (105,78 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (105,37 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna coklat diduga berisi sabu dengan berat kotor (108,34 gr), 3 (tiga) pack plastik klip kosong, 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (11,50 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (11,54 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (11,86 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (5,91 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (5,94 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (6,01 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (6,56 gr), 1 (satu) plastik klip yang terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor (2,05 gr), 1 (satu) plastik klip diduga berisi sabu dengan berat kotor (20,45 gr), 1 (satu) plastik klip diduga berisi sabu dgn berat kotor (2,49 gr), 1 (satu) plastik klip diduga berisi sabu dengan berat kotor (1,07 gr), 1 (satu) plastik klip diduga berisi sabu dgn berat kotor (3,70 gr) dan 1 (satu) plastik klip diduga berisi sabu dengan berat kotor (0,36 gr). Jumlah total berat kotor keseluruhan sabu (408,93 gr / empat ons lebih).

Selain itu, Polisi juga menyita 1 (satu) buah timbangan digital warna hitam, 2 (dua) pack plastik klip kosong, 1 (satu) buah gunting warna hitam, 1 (satu) buah isolasi warna merah, 1 (satu) buah isolasi warna coklat, Seperangkat alat hisap sabu yang sudah terangkai dengan pipet kaca (bong), 1 (satu) buah kotak plastik warna hitam yang didalamnya terdapat 1 (satu) pack kertas label vitamin B1, 1 (satu) pack plastik bening, 1 (satu) pack sedotan plastik, 4 (empat) buah korek api, 4 (empat) kardus yang terbungkus glangsing warna putih masing-masing didalamnya terdapat 32 (tiga puluh dua) botol plastik warna putih dari masing-masing botol berisi 1.000 (seribu) butir Pil berlogo “Y”, dengan jumlah total keseluruhan (128 botol berisi 128.000 butir), serta 2 (dua) buah HP yaitu merk Oppo warna putih kombinasi hitam dan HP merk Oppo warna putih kombinasi hitam masing-masing berikut simcard. Total keseluruhan barang bukti ditafsir senilai 1 Milyard.

AKP Moch. Mukid, Kasat Narkoba Polres Jombang menyampaikan penangkapan kedua tersangka yang merupakan suami istri tersebut merupakan hasil pengembangan terkait pelaku lain sebelumnya. Dari hasil penyelidikan kemudian berhasil dilakukan penangkapan berikut barang buktinya.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Satresnarkoba Polres Jombang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Kedua tersangka terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) yo Pasal 132 ayat (1) UURI No.35 th 2009 tentang Narkotika dan dengan sengaja turut serta melakukan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tambah AKP Mukid. (Yon)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *