Wisata Kuliner Produk Unggulan Desa Sumbermulyo Jadi Ikon Baru Kota Santri

Foto: Kepala Desa Sumbermulyo didampingi Sekdes usai memantau wisata kuliner

Jombang, (Suryamojo.com) – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintahan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, terus membuat inovasi-inovasi baru.

Setelah sebelumnya membuat wisata kolam pancing dan kolam renang, Pemerintahan Desa Sumbermulyo melalui BIMDES membuat Wisata Kuliner produk unggulan atau pusat oleh-oleh.

Fuad, Kepala Desa Sumbermulyo menuturkan Alhamdulillah wisata kuliner yang berjalan sekitar 5 bulan ini menjadi tempat baru yang sudah banyak dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Untuk saat ini penataan lapak pedagang hanya sementara, selanjutnya akan kami tata kembali agar lebih baik.

“Insyaallah pada Tahun 2022, Kami akan menyiapkan pendanaan untuk melakukan penataan lapak pedagang, sehingga pedagang dan pembeli bisa merasa aman dan nyaman saat bertransaksi,” imbuh Kades.

Dalam beberapa bulan ini, perputaran uang di wisata kuliner mencapai puluhan juta rupiah setiap hari. Ini menandakan jika tempat ini benar-benar membawa manfaat untuk masyarakat.

“Dengan adanya wisata kuliner yang juga sebagai pusat oleh-oleh produk unggulan Desa Sumbermulyo, Kami berharap bisa meningkatkan PAD serta perekonomian masyarakat,” pungkas Kades yang sudah 2 periode menjabat ini.

Tempat ini bukan hanya menjagi wisata kuliner saja, tapi akan kami jadikan pusat oleh-oleh produk unggulan Desa Sumbermulyo yaitu Tahu dan Pecel, pungkas Kades.

Saat ini, ada sekitar 60 pedagang yang menyajikan berbagai macam makanan. Mulai dari Nasi Pecel, Tahu Goreng dan makanan modern seperti sosis bakar, Sosis Telor, Takoyaki dan lainnya.

“Selain itu ada juga kereta wisata keliling desa serta mainan untuk anak-anak,” tambah Sekdes Lukman Hakim saat ditemui di Warkop.

Mbah Sueb, pedagang tahu goreng menuturkan Alhamdulillah saya bisa berdagang di tempat ini. Saya sudah berdagang Tahu sekitar 2 tahun sebelum tempat ini menjadi ramai seperti sekarang.

“Untuk penghasilan setiap hari, saya bisa mendapat pemasukan rata-rata 100 ribu, tapi kalau musim hujan pendapatan saya menurun,” tambah Mbah Sueb.

Saya berharap tempat jualan bisa diperluas, sehingga kami semua bisa masuk ke dalam area jualan yang lebih nyaman, harap Mbah Sueb. (Yon)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *