BBPJN VIII Gandeng ITS Kaji Penyebab Ambruknya Jembatan Widang

 

(Suryamojo.com) – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya bersama tim dari ITS melakukan kajian terhadap ambruknya jembatan cincin Widang di Tuban pada Selasa (17/4).

“Kalau penyebab pastinya memang masih dikaji, tunggu selesai,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Tuban-Babat-Lamongan-Gresik BBPJN VIII, Tugiman dikonfirmasi, Kamis (19/4/2018).

Salah satu penyebab jembatan Widang Kabupaten Tuban ambruk diduga karena kelebihan beban kendaraan, dimana kendaraan yang melewati jembatan itu kelebihan  muatan, sehingga jembatan ambles. “Kemarin  waktu dihitung beban jembatan kan maksimal 1 ton untuk satu meter persegi, kalau kendaraan yang lewat kan sudah diatas 50 ton, tapi kami minta menunggu hasil kajian tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan yang ambruk merupakan bentang ketiga sepanjang 50 meter. Total panjang jembatan mencapai 260 meter. “Pada tahun 2017, memang pernah terjadi kerusakan bautnya, tetapi sudah diperbaiki dan tidak ada masalah. Sebenarnya perbaikan jembatan itu sudah ditekan pada tanggal 4 April. Tetapi baru rapat sudah dengar kalau ambles,” ujarnya.

Sekadar diketahui, jembatan Widang di perbatasan Lamongan-Tuban ambruk dua hari lalu. Akibatnya, satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka berat. Kondisi Jembatan Cincin Lama dalam kondisi baik dan laik untuk digunakan dan telah dilakukan pemeriksaan dan pemeliharaan jembatan, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada bentang ke 3 rangka baja yang saat ini ambrol,  memang ada kerusakan ringan pada jembatan namun itu pada bentang ke 2 rangka baja dan itu sudah diperbaiki di tahun 2017. (Febe Prima/Yoni Alfiansyah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *