Bentrok PSHT dan Pagar Nusa, 10 Orang Terluka

Bojonegoro, (Suryamojo.com) – Bentrok dua perguruan pencak silat kembali terjadi antara PSHT Vs Pagar Nusa, di wilayah kecamatan Purwosari, kecamatan Kalitidu, kecamatan Kapas, dan kecamatan Sumberrejo, Minggu 15 Desember 2019.

Kapolres Bojonegoro AKBP Indra Irawan mengatakan peristiwa bentrokan terjadi usai Perguruan Pagar Nusa melaksanakan latihan tingkat kecamatan yang digelar di Purwosari dan diikuti sekitar 400 orang. Selanjutnya tanpa konfirmasi ke Polsek setempat, latihan tersebut di kemas dalam bentuk Pencak Dor (Tarung Bebas) dan diikuti 2000 orang. Kegiatan mulai awal hingga selesai berjalan dengan aman, namun saat kembali ke wilayah masing-masing (Jawa Tengah, Nganjuk, dan beberapa kecamatan di kabupaten Bojonegoro_red), terjadi penghadangan oleh warga PSHT, tepatnya wilayah Kalitidu, Kapas, Balen, Sumberrejo, dan Baureno.

“Akibat bentrok tersebut, 3 warga PSHT (Bentrok di Purwosari) mengalami luka memar dan baju sobek, namun saat diamankan melarikan diri. Warga Pagar Nusa sebanyak 7 orang terluka, 3 dirawat di Puskesmas Balen, 4 orang di RSUD Sumberrejo. Rata-rata mengalami luka dan bengkak di kepala,” imbuh Kapolres.

Barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit Truk. 1 buah Pedang, 1 buah ketapel, 2 buah Doubel Stick, 1 buah gunting, 1 buah gear tangan, 2 buah martil, serta 23 unit sepeda motor.

Usai kejadian, Satreskrim Polres Bojonegoro mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah terduga pelaku pengeroyokan. Diantaranya 21 orang dari PSHT (Kejadian di kecamatan Kapas dan Baureno), serta 43 warga Pagar Nusa yang diduga membawa senjata tajam serta batu yang disimpan dalam truk (Kejadian di kecamatan Kalitidu) yang berhasil di Swiping Sat Sabhara, pungkas AKBP Indra. (Yon)

Baca juga  Polres Jombang Gelar Latihan Dalmas untuk Kesiapan Pelayanan Unjuk Rasa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *