Harga Kedelai Melejit, Paguyuban Tahu Jombang Siap Gelar Aksi Mogok. Begini Penuturan Ketua Paguyuban Imam Subkhi
Caption: Ketua Paguyuban Tahu Jombang Imam Subkhi didampingi salah satu pengusaha Yahya
Jombang, (Suryamojo.com) – Dampak melejitnya harga bahan baku pembuatan Tahu yang dirasa sangat memberatkan, membuat beberapa Paguyuban pengusaha Tahu mengambil langkah tegas.
Diantaranya Paguyuban Tahu Jombang yang di ketua i Imam Subkhi, asal Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Para pengusaha Tahu yang merasa keberatan dengan harga Kedelai saat ini, berencana akan menggelar mogok produksi dan mogok jualan selama 3-4 hari, dimulai pada Hari Minggu tanggal 20 hingga 24 Februari 2022.
Yahya, Pengusaha Tahu asal Desa Mayangan menuturkan sangat keberatan dengan melonjaknya harga Kedelai saat ini. Kenaikan harga Kedelai yang mencapai 11.000/Kg lebih sangat memberatkan.
“Saya berharap pihak terkait segera menstabilkan harga Kedelai. Dan saya akan mogok produksi untuk beberapa hari, karena kalau terus produksi, kerugian saya sekitar 2 juta lebih setiap hari,” tegas Yahya.
Imam Subkhi, Ketua Paguyuban Tahu Jombang kepada awak media Suryamojo menyampaikan terkait kenaikan harga bahan baku pembuatan Tahu ini sangat menyesakkan buat pengusaha seperti kami ini, karena selama sekitar 2 tahun ini kami menghadapi Pandemi Covid-19, dan ini membuat kami Megap-megap (Terseok-seok_red) dalam mengembangkan usaha.
“Selain kenaikan Kedelai, harga minyak goreng pun ikut menambah beban kami. Jadi kami hanya ingin Dinas Terkait bisa memberikan solusi terbaik untuk pengusaha Tahu,” ungkap Imam Subkhi saat didampingi Yahya.
Selain biaya produksi yang semakin membengkak, kami juga harus memikirkan nasib para pekerja. Karena jika produksi kami menurun drastis, bukan tidak mungkin akan terjadi PHK.
“Sekali lagi kami mengharapkan pemerintah bisa memberikan solusi terbaik agar usaha kami tetap berjalan,” imbuhnya.
Disinggung terkait aksi mogok, Imam Subkhi menuturkan jika istilahnya bukan mogok lalu menggelar long march dengan membawa iring-iringan mobil keliling kabupaten, namun kami akan mogok produksi dan mogok jualan selama 1 sampai 4 hari.
“Aksi mogok produksi dan jualan ini sebagai bentuk minta dukungan kepada Pemerintah agar peduli dan memikirkan nasib para pengusaha Tahu, itu saja,” pungkas Imam Subkhi. (Yon)
Komentar Terbaru