“Upacara Rakyat” Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Mojokerto, (suryamojo.com) – NKRI..Harga Mati…NKRI..Yes.
Kalimat ini yang menggelegar dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda di lapangan desa Modongan kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

Upacara Rakyat dengan tema “Merajut Kembali Nasionalisme Melalui Sumpah Pemuda dilaksanakan sederhana dihadiri beberapa eleman masyarakat. Diantaranya Warga desa Modongan, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini), Pelajar, Purnawirawan, Komunitas Pemuda Pemudi, Budayawan, LSM, serta Jurnalis.

Inspektur Upacara Nur Basuki menyampaikan terima kasih kepada panitia acara, meski persiapan upacara hanya hitungan jam, tetapi berlangsung dengan khidmat serta sangat membanggakan. Acuhan kita bukan kepada hasil, namun proses yang membuat kita bangga. Apresiasi buat warga modongan yang berani menyelenggarakan upacara kelas rakyat.

Upacara bukan hanya milik sebagian atau kelompok orang. Negara ini bukan milik segerombolan orang. Negara & bangsa ini milik kita bersama, milik rakyat. Pada upacara pagi ini, kita bs bersama-sama mendoakan kakek moyang, para pendahulu kita yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk kita semua. Seperti yang termaktub dalam keputusan kongres pemuda kedua, bahwa tanah air bangsa dan bahasa Indonesia diatas kepentingan yang lain, diatas kepentingan kelompok, diatas kepentingan gerombolan, diatas kepentingan politik, diatas kepentingan jabatan. Oleh karenanya tugas kita bersama untuk menjaga negara ini, untuk memberikan tinggalan kepada anak cucu kita berupa keadilan dan kemakmuran, Jangan malah meninggalkan masalah.

Mulai saat ini, kita rubah mainsead dan cara berpikir kita. Kalau kemarin kita bisa di recoki yang berkonotasi, yang bisa berimplikasi yang berakibat pecah belahnya bangsa dan negara, mulai saat ini kita semua siap mengamankan NKRI.

“Kita jangan menyia-nyiakan jasa pendahulu, kita jaga bersama bangsa dan negara. Jangan biarkan kepentingan apapun menggerogoti bangsa ini. Kita jangan lagi mudah di adu domba, ayo kita berpikir waras agar terjaga kerukunan. Kerukunan keluarga, masyarakat, serta kerukunan bangsa Indonesia”, tegas beliau.

Ibu Siti salah satu peserta upacara mengatakan sangat bangga bisa mengikuti upacara pagi ini. Sejak anak saya masih SD hingga sekarang kuliah, baru kali ini ada upacara di desa Modongan denfan peserta yang beragam.

“Semoga upacara seperti ini bisa diadakan setiap tahun, dengan diikuti peserta lebih banyak lagi, khususnya diikuti seluruh warga desa Modongan”, harap Ibu Siti.

Selesai upacara, seluruh peserta menikmati makan lesehan rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. (Purbo T/Yoni AS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *