DPRD Apresiasi Kinerja Gubernur Jatim di Tahun 2017

 

Surabaya, (Suryamojo.com) – DPRD Jatim memberikan apresiasi terhadap kinerja Gubernur Jatim Soekarwo selama menjabat sebagai Gubernur jatim. Hal ini dibuktikan dengan hasil audit BPK, Jawa Timur selalu mendapatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan raih 25 penghargaan tahun 2017.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sahat Tua Simanjutak menegaskan, pihaknya memberikan apresiasai yang sangat besar dan sangat puas terhadap kinerja Gubernur Jatim, sebelum dibentuk Pansus LKPJ Gubernur akhir tahun 2017.

Dalam pansus nanti akan ada penyempurnaan untuk pedalaman. Keberhasilan gubernur dalam menata Jatim merupakan prestasi tersendiri yang harus diapresiasi penuh.

“Dan yang terpenting juga untuk IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dimana pansus RPJMD telah menetapkan angka 69,50 sampai 69,75, ternyata mampu melewati dari yang ditargetkan yaitu 70,5. Di sinilah Fraksi Golkar memberikan apresiasi penuh,’’ tegas Sahat di ruang fraksi Golkar DPRD Jatim, Selasa (3/4/2018).

Sahat yang juga Ketua Fraksi Golkar berharap, kedapannya gubernur Jatim harus bisa melebihi kepiawaian Pakde karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim, Soekarwo. Dan tentunya dapat meneruskan kinerja yang sudah digagas pakde Karwo.

Perlu diketahui, DPRD Jatim membentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Dan Wakil Gubernur Jatim tahun Anggaran 2017. Dalam pansus LKPj ini langsung dipimpin Mahdi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jatim.

Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, persentase penduduk miskin dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) masyarakat Jawa Timur terus menurun. Jumlah ini terlihat dalam realisasi capaian kinerja 11 Indikator Kinerja Utama (IKU) Pembangunan Jatim Tahun 2017.

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini menjelaskan, persentase penduduk miskin Jatim per September 2017 sebesar 11,20 persen atau turun sebesar 0,57 persen dibanding Maret 2017 sebesar 11,77 persen, sedangkan nasional turun sebesar 0,52 persen.

Dibandingkan tahun lalu, penurunan kemiskinan dari bulan Maret 2016 sampai dengan September 2017 ini turun sangat signifikan, yakni 0,85 persen, sedangkan nasional turun sebesar 0,74 persen. “Capaian ini melampaui target kemiskinan yang terdapat dalam RPJMD yaitu sebesar 11,80 – 11,50 persen,” katanya.

Menurutnya, penurunan ini karena Pemprov Jatim terus gencar melakukan program dan kegiatan untuk menurunkan angka kemiskinan. Program/kegiatan itu meliputi, pertama, program Bantuan Pangan/Beras, Bantuan Khusus Siswa Miskin/BKSM, Bosda Madin dan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni/RTLH.

Kedua, meningkatkan pendapatan masyakarat miskin melalui beberapa strategi diantaranya Jalinmantra, Anti Poverty Program, serta adanya koperasi wanita dan koperasi pondok pesantren. Sedangkan program ketiga yakni sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah melalui Program Keluarga Harapan/PKH, beras sejahtera/rastra dan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. (Febe Prima/Yoni Alfiansyah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *