Inspektur Upacara : Tolak Upaya Pecah Belah, Adu Domba, dan Saling Menghancurkan. “Kita Harus Tetap Waras Dalam Situasi Tidak Waras Seperti Sekarang”
Mojokerto, (suryamojo.com) – Indonesia..Merdeka. Indonesia..Jaya.
Kalimat ini yang menggelegar dalam Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke – 73 Tahun di lapangan perumahan Puskopad kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto Jawa Timur pada Jum’at (17/08/2018) pukul 09.00 WIB
Upacara Bendera dengan tema “Upacara Rakyat”, Kalau Bukan kita..Siapa Lagi, Kalau Tidak Sekarang..Kapan Lagi.. dilaksanakan dengan sederhana dihadiri beberapa eleman masyarakat. Diantaranya Warga perumahan, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini) dari kecamatan Jatirejo, Pelajar, Purnawirawan, Komunitas Pemuda Pemudi, Budayawan serta Jurnalis.
Inspektur upacara Nur Basuki dalam pidatonya menyampaikan Negara Indonesia hari ini berumur 73 tahun, selama 73 tahun terselip segala permasalahan, cela, kekurangan serta kelebihanya. Kenapa hari ini terpampang tulisan “Upacara Rakyat”, karena kita semua adalah rakyat. Akhir-akhir ini, rakyat seolah olah jadi komoditi perputaran lima tahun sekali. Bukan lima tahun yang jadi permasalahanya, tapi semakin hari kita menjadi kelompok-kelompok kecil. Dengan UU 32 tentang otonomi daerah dan Multi partai. Oleh karena itu, kita tetap fokus kebersamaan, persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.
Bagi kita, tidak ada kata lain, Negara harus tetap merdeka tanpa dibayangi dengan isu-isu negatif yang berkonotasi merugikan persatuan dan kesatuan antar anak bangsa. Kalau kita masih waras, kita tidak akan ingin dijadikan kelompok-kelompok kecil. Kalau kita masih waras, kita tidak akan mau masing-masing rakyat diposisikan saling berhadapan. Negara tanpa rakyat, tidak ada. Karena fungsi Negara untuk mensejahterahkan kita semua
Mari kita mencoba dan belajar untuk tetap waras, dalam situasi yang tidak waras seperti sekarang. Setiap rakyat boleh berpendapat Negara ini waras atau sedang sakit. Apapun alasanya, rakyat yang waras pasti mengatakan kita lagi sakit. Untuk mengobati itu, ada pemuda-pemuda yang akan menjadi penerus. Dipundak mereka, dipundak anak-anak kita masa depan Negara ini kita percayakan. Oleh karenanya, jangan diracuni penerus bangsa ini. Selamatkan pemuda-pemuda kita dari upaya pecah belah, adu domba dan saling menghancurkan komponen yang satu dengan yang lain.
Bagi kita, tidak ada kalimat selain tolak semua upaya pecah belah. Negara ini milik kita, kita lahir disini, makan disini, hidup disini, bekerja disini, jangan biarkan yang kita miliki di usik oleh siapapun..siapapun, tambahnya.
Indonesia..Merdeka.
Indonesia..Jaya.
Ibu Richard salah satu peserta upacara mengatakan sangat bangga bisa mengikuti lagi upacara bendera. Sejak tahun 1987 saya tinggal dilingkungan perumahan, baru kali ini ada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia
“Semoga upacara bendera seperti ini bisa diadakan setiap tahun, dengan diikuti peserta lebih banyak lagi”, harap Ibu Richard
Selesai upacara, seluruh peserta menikmati tumpeng rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. (Purbo T/Yoni AS)



Komentar Terbaru