Panen Pedet Hasil Program SIWAB di Lampung Selatan, Mentan: Jadilah Peternak yang Cerdas

 

Lampung Selatan, (Suryamojo.com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbagi tips mengenai cerdas meningkatkan populasi sapi dan mensejahterakan peternak. Lebih dari seribu ekor sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) dalam program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dihadirkan pada acara Panen Pedet yang bertempat di Desa Neglasari, Ketibung, Lampung Selatan itu.

“Ada dua hal yang bisa meningkatkan populasi sapi Indonesia lebih cepat. Yang pertama adalah wajibkan seluruh importir sapi untuk mendatangkan 20 persennya betina atau indukan. Dulunya tidak ada. Kemudian yang ke dua adalah Inseminasi Buatan (IB) dengan program SIWAB, atas perinntah bapak presiden kita bagikan gratis seluruh Indonesia kurang lebih 4 juta paket,” ujar Menteri Amran.

Upaya percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau telah dicanangkan Kementan sejak tahun 2017 tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Secara nasional program tersebut sudah menerapkan Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 5.027.120 ekor sapi, mengasilkan sapi bunting sebanyak 2.236.934 ekor, dan sebanyak 1.080.334 ekor sapi berhasil dilahirkan.

Kelahiran sebanyak seribu ekor sapi itu setara dengan Rp.7,56 triliun dengan asumsi harga 1 ekor pedet lepas sapih Rp.7 juta/ekor. Nilai yang sangat fantastis, mengingat investasi program pada tahun 2017 sebesar Rp.1.1 triliun. “Ini bukan rencana, kita sudah kita jalankan dan kita bisa lihat hasil pengembangan sejak tiga tahun lalu,” singkat Amran.

Menteri Amran menyatakan Kementerian Pertanian juga sudah mendorong pengembangbiakan sapi unggulan yang diimpor sebagai upaya untuk mendorong kualitas peternakan sapi di Indonesia. “Tadi (sapi unggulan) hasil inseminasi buatan dengan umur tiga tahun dua tahun beratnya sudah satu ton, harganya 50 juta rupiah. Kalo sapi lokal umur dua tahun paling tinggi 5 sampai 7 juta rupiah saja,” kata Amran. “Ini namanya berternak dengan cerdas,” tambahnya.

Kementerian Pertanian juga sudah melakukan berbagai hal untuk mengedukasi petani dan melakukan pendampingan. Kementerian Pertanian juga telah menganggarkan biaya inseminasi buatan gratis. “Sejak saya menjabat sebagai menteri, kami programkan inseminasi buatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia. Anggarannya per tahun kurang lebih dua triliyun. Itu perintah Pak Presiden,” terang Amran.

Indonesia sudah Swasembada Protein

Di hadapan seribu peternak dari wilayah Lampung Selatan menegaskan bahwa Indonesia saat ini sudah ekspor sejumlah komoditas ternak sehingga dapat dikatakan bisa dikatakan sudah masuk fase swasembada protein. “Kita sudah ekspor ayam, sudah ekspor telur, sudah ekspor kambing. Sehingga bisa kita katakan, hari ini Indonesia sudah swasembada protein,” tegas Menteri Amran.

Menurut Mentan, tujuan swasembada protein adalah meningkatkan jumlah kebutuhan protein untuk masyarakat Indonesia. Jika konsumsi produk komoditas peternakan meningkat, maka itu berarti usaha peternakan akan banyak diminati oleh masyarakat. “Kita merubah mind set masyarakat bahwa protein tidak hanya dari daging, tapi bisa dihasilkan dari ayam, telur, kambing, bebek dan seterusnya,” papar Amran.

Dari catatan, pada Maret lalu, Kementerian Pertanian telah melakukan ekspor perdana nugget ayam dengan jumlah sekitar 6,6 ton ke Negara Jepang, dan selain juga daging Wagyu telah kita ekspor ke Myanmar. April mendatang, Kementerian juga akan mendorong ekspor produk ayam olahan ke Jepang sebanyak 7 ton dari rencana 13,4 ton di tahun 2018 ini, lalu ke Timor Leste sebanyak 127,6 ton, dan DoC 10.000 ekor, serta PNG sebanyak 26,4 ton.

Tahun 2017, ekspor telur ayam tetas (hatching eggs), GPS dan PS broiler ke Myanmar sebesar 382,9 ton dengan nilai Rp. 56,56 Milyar. Selain itu, di tahunyang sama Ekspor Obat Hewan juga telah menembus 50 Negara yang tersebar di 4 Benua dengan nilai Rp27,674 triliun.

Peluang ekspor ke negara ASEAN dan Timur Tengah masih terbuka, khususnya komoditi kambing dan domba. Dalam waktu dekat ini, Kementerian Pertanian juga akan mendorong ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor.

Pada acara panen pedet tersebut, Mentan Amran juga memberikan hibah kepada kelompok ternak sebanyak 100 ekor kambing dan 1.000 ekor ayam lokal di Kabupaten Lampung Selatan, serta 10.000 ekor ayam lokal di Kabupaten Lambung Tengah. Bantuan juga diberikan berupa 1 unit pembuatan embung senilai Rp.175 juta, bantuan jalan produk 1 unit senilai Rp.200 juta. Total bantuan senilai Rp.1,5 milyar. (Febe Prima/Yoni Alfiansyah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *