Maria Ulfah, Agen E-Warung Tegaskan Berita KPM Terima Telur Rusak adalah Bohong
Maria Ulfah saat menunjukkan kepada polwan pemberitaan di salah satu media yang ada foto suaminya terkait telur rusak
Jombang, (Suryamojo.com) – Kabupaten Jombang yang sempat digemparkan dengan adanya temuan telur tidak layak konsumsi alias rusak atau busuk yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program nasional Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), akhirnya di nyatakan berita bohong oleh salah satu agen E-Warung dari kecamatan Mojowarno.
Pernyataan itu disampaikan Maria Ulfah salah satu agen E-Warung asal desa Sidokerto kecamatan Mojowarno saat menghadiri undangan Polres Jombang pada kegiatan Silaturahmi Forkompimda ngopi bareng LSM Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), Kamis (13/12/2018).
Kegiatan yang digelar di Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang dihadiri Kapolres Jombang, ketua PN, Perwakilan BNI, perwakilan dari PT Pertani, perwakilan dari Bulog, kepala Dinas Sosial, perwakilan dinas pertanian, perwakilan dari BPS, suplier BPNT, KTNA, perwakilan agen E-Warung, serta 20 perwakilan LSM FRMJ.
Foto suami Maria Ulfah yang terpampang di salah satu media
Pada kesempatan itu, Maria Ulfah menyampaikan kronologi tersebarnya foto suaminya yang sedang memegang telur rusak, sehingga menyebabkan dirinya harus rela dipanggil penyidik Polres Jombang untuk dimintai keterangan terkait dugaan agen E-Warung yang memberikan telur rusak kepada KPM.
Selanjutnya Maria Ulfah menyampaikan kronologi berawal dengan kehadiran oknum yang mengaku wartawan mendatangi dirinya saat pembagian telur. Oknum wartawan yang mengenakan pakaian serba hitam dan tidak tahu dari media apa menanyakan perihal apakah ada telur yang dianggap tidak layak konsumsi.
Lalu Maria menyampaikan ada telur bentes (Retak) yang disimpan di kulkas agar tidak busuk, dan rencananya setelah pembagian selesai semua, baru akan diberikan gratis kepada tetangga yang tidak dapat bantuan dengan seijin suplier.
Kemudian oknum wartawan minta ijin melihat dan mengambil foto telur dengan alasan akan di tunjukkan kepada wakil bupati sebagai barang bukti jika ada bantuan telur tidak layak konsumsi.
Karena saat itu sedang sibuk dan tidak mengerti, akhirnya Maria mempersilahkan oknum wartawan untuk masuk melihat telur ditemani sang suami.
Anehnya, suami Maria disuruh oknum wartawan untuk memegang telur kemudian diambil fotonya.
Selanjutnya antara bingung bercampur kaget, Maria melihat foto suaminya terpampang di media elektronik (Tv_red), media online, maupun media cetak membawa telur dengan dugaan suplier program BPNT memberikan telur rusak atau busuk kepada KPM. Meskipun dirinya merasa dirugikan dengan berita bohong tersebut, namun dirinya hanya bisa pasrah karena tidak memahami yang sebenarnya terjadi.
“Melalui pertemuan ini, saya hanya ingin klarifikasi dan menyampaikan kepada semuanya bahwa berita terkait telur busuk dan beras kwalitas buruk bantuan program BPNT khususnya di desa Sidokerto kecamatan Mojowarno tidak benar adanya alias bohong”, tegas Maria Ulfah. (Yon)

Komentar Terbaru